Kasubag PP dan Sengketa Bawaslu OKU Selatan Kenalkan Sistem Kerja Aplikasi SANAK-Bawaslu
|
BAWASLU OKU SELATAN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan secara resmi menggelar acara Soft Launching sekaligus Sosialisasi Inovasi Layanan Digital SANAK-Bawaslu, yang merupakan singkatan dari (Sistem Layanan Informasi dan Konsultasi Penanganan Pelanggaran).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh beberapa peserta yang didominasi oleh kelompok pemilih pemula dari SMK Cokroaminoto Muaradua dan staf sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan. Kegiatan dipusatkan di ruang pertemuan Bawaslu OKU Selatan, Selasa 3 November 2026.
Inovasi digital SANAK-Bawaslu digagas oleh Kepala Subbagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu OKU Selatan, Ardi Setyawan, S.H., selaku Aktor Perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Bawaslu RI Tahun 2026.
Ardi Setywan menjelaskan, Inovasi ini hadir sebagai salah satu solusi mengoptimalkan pengawasan pemilu di daerah, Ia menilai selama ini ada beberapa hambatan yang menjadi kendala pengawasan pemilu di Kabupaten OKU Selatan.
“Hambatan yang maksud, satu diantanya yakni, geografis berupa wilayah susah sinyal (blank spot) di beberapa kecamatan di Kabupaten OKU Selatan serta hambatan sosiokultural berupa budaya ewuh pakewuh (rasa sungkan melapor karena faktor kekerabatan dan lainnya,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ardi Setyawan menjelaskan bahwa secara harfiah kata 'SANAK' berasal dari bahasa daerah lokal OKU Selatan yang berarti Keluarga atau Saudara. Branding sosiologis ini sengaja dipilih untuk membangun kedekatan emosional, mencairkan kekakuan birokrasi, dan menumbuhkan rasa memiliki masyarakat bahwa mereka adalah bagian dari keluarga besar pengawas pemilu.
“Selama ini masyarakat sering merasa takut atau sungkan melapor jika melihat dugaan pelanggaran karena pelakunya mungkin tetangga atau kerabat sendiri. Lewat SANAK-Bawaslu, kita memberikan jaminan perlindungan data pelapor secara penuh. Aplikasi ini dirancang sangat ringan berukuran di bawah 10MB, hemat kuota internet, dan dapat diakses melalui jalur pintas WhatsApp bagi warga di area pelosok pegunungan yang minim sinyal.” Jelasnya.
Di hadapan para pemilih pemula dan perwakilan masyarakat, Tim Kerja Efektif Bawaslu OKU Selatan memperagakan langsung kemudahan penggunaan aplikasi berbasis no-code (Kodular) tersebut. keunggulan utama aplikasi ini meliputi: Aplikasi Ringan, Dikembangkan via Kodular tanpa koding berat, tidak membebani memori ponsel, hemat RAM, dan sangat cepat diunduh meski di wilayah sinyal terbatas. Anonim dan Rahasia, Formulir Google Forms terenkripsi. Kerahasiaan identitas dilindungi sah oleh Maklumat Keamanan Pimpinan. WhatsApp, Jalur pintas aduan dan konsultasi via pesan instan WhatsApp yang sangat hemat kuota internet, adaptif untuk warga di pelosok pegunungan.
Acara soft launching ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis Brosur Luring ber-QR Code kepada perwakilan pemilih pemula. Melalui pemindaian kode QR di brosur tersebut, warga dapat langsung mengakses portal dan menyimpan aplikasi secara luring.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten OKU Selatan, Komang Wardiasa, S.Kom., M.MT selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Dan Data Informasi, mengapresiasi adanya inovasi digital SANAK Bawaslu ini dan atas antusiasme generasi muda yang hadir. Menurutnya, partisipasi aktif generasi muda sangat vital sebagai 'mata dan telinga' pengawasan pemilu di masyarakat dikarenakan mayoritas pemilih pada Pemilu yang akan datang adalah generasi muda..
“Generasi muda tidak boleh lagi menjadi penonton pasif. Dengan hadirnya SANAK-Bawaslu, adik-adik pemilih pemula punya benteng digital yang aman untuk berkonsultasi dan melaporkan kecurangan tanpa perlu takut. Mari kita jaga bersama jalannya Pemilu di desa kita masing-masing.” Ujarnya.(Humas)
Penulis dan Foto : Ardi Setyawan dan Retno Wirawijaya
Editor : Humas